inspirasi
Kamis, 01 Agustus 2013
Rabu, 31 Juli 2013
Senin, 12 November 2012
Minat Bisnis
Berminat
berbisnis?
atau memiliki usaha ? . Pertanyaan ini banyak bergelayut di pikiran para
pekerja. Keinginan memiliki kebebasan financial sering membuat mereka
berkhayal memiliki sebuah usaha yang dapat menopang seluruh kebutuhan
hidupnya. Namun ketika dihadapkan pada realita mereka untuk menentukan usaha
/ bisnis apa yang akan mereka masuki, lebih banyak mereka menggeleng, “aduh
saya tidak tahu harus usaha / bisnis apa”. Yang terbaik adalah kita mencari
peluang usaha yang terbaik terutama untuk pemula. Kenapa pemula? ya jelas,
karena kita masih berstatus pekerja, bukan pengusaha.
Sedikit
berbagi tanpa bermaksud menggurui saya akan membagi tips cara mencari peluang
usaha terbaik untuk pemula dengan melalui 2 langkah yaitu:
Kenali
diri anda, (membaca peluang dari diri kita sendiri)
Tidak
seperti proses intropeksi pada diri ketika kita berbuat salah, tapi mengenali
siapa diri kita sehingga pantas berusaha apa, dan apa yang saya dapat perbuat.
Kenali diri anda dengan melihat lebih dalam kedalam diri secara objektiv,
siapkan kertas dan jawab pertanyaan ini.
- Apakah saya menarik ? (wajah dan tubuh)
- Apakah saya pandai bergaul
- Apakah saya pandai menerangkan / menjelaskan
- Apakah saya terampil?
- Apakah saya senang di berada diluar ruangan?
Cukup
5 pertanyaan, jika jawaban kita mayoritas adalah ya, maka usaha yang paling
tepat adalah usaha perdagangan atau usaha sektor jasa. Usaha ini dapat di
perluas seperti usaha direct selling, MLM, usaha salon, jasa konsultan dan
lain-lain. Be Creative.
Namun
sebaliknya jika mayoritas jawaban anda adalah tidak, maka usaha yang di pilih
lebih kearah usaha manufacture, produksi, ataupun profesional untuk special
purpose (para profesional yang menangani suatu bidang yang spesifik, seperti
konsultas IT, Konsultan sistem dan lain-lain.
Kenali
Lingkungan Anda (Membaca peluang usaha dari lingkungan)
Ketika
anda mengenali lingkungan bukan lagi anda bertanya, namun data yang kita
pergunakan, baik data hasil pengamatan maupun laporan profesional seperti data
statistik. Salah satu contoh dalam mengenali lingkungan.
- Tumbuh suburnya minimarket di sekitar lingkungan tempat tinggal : artinya lingkungan telah menuntut kepraktisan, kebersihan, kelengkapan, kepastian dan kenyamanan. Situasi ini memberikan peluang usaha baru. misalnya usaha cuci salon mobil door to door, “loh apa hubungannya dengan minimarket?”. Yup. hubungannya bukan pada salon mobilnya tapi pada masyarakat kita yang menuntut kemudahan, kedekatan dan kepraktisan. Usaha salon mobil konvensional, menuntut pelanggan untuk data, namun usaha salon mobil inovatif malah berbuat sebaliknya dengan mendatangi pelanggan.
Membaca
lingkungan ada harus kretif, inovatif tanpa itu, tidak ada peluang usaha yang
terbaca dan menjadi peluang usaha yang terbaik untuk kita.
Rabu, 31 Oktober 2012
Selasa, 09 Oktober 2012
inspirasi bisnis
Gerai Melia di Kuta (Melia Laundry) Jakarta - Di tempat tinggal anda belum terdapat binatu? Bagaimana kalau anda sendiri membuka bisnis yang cukup menjanjikan ini. Dengan bermodalkan Rp 5 juta dan lahan minimal 3×4 meter, tanpa repot-repot membeli mesin anda bisa langsung melayani konsumen yang ingin pakaiannya tercuci bersih.
Salah satu waralaba yang menawarkan bisnis laundry ini adalah Melia Laundry and Dry Cleaning. Waralaba ini merupakan jaringan waralaba laundry terbesar di Indonesia dengan nama yang sudah dikenal mengajak para pebisnis di penjuru Indonesia untuk ikut serta membuka bisnis yang tak butuh putar otak ini. Dan tentunya ini merupakan bisnis yang tak akan mati, karena setiap hari manusia memakai pakaian dan membutuhkan untuk dicuci.
Fen Saparita sebagai pendiri Melia menjelaskan paling lama modal investor kembali dalam waktu 1,5 tahun, dengan pembagian keuntungan 70% untuk Melia dan 30% owner. 70% untuk Melia karena setiap harinya ada kurir yang mengambilkan pakaian, lalu di Melia workshop yang telah terdapat di seluruh provinsi pakaian kotor tersebut dicucikan. Gerai hanya cukup sebagai jaringan pemasaran, tapi sudah mendapat 30% keuntungan,” jelas Fen kepada detikFinance, Jakarta, kamis (29/8/2008).
Melia yang bermarkas di Yogyakarta ini juga mengajak para pebisnis untuk ikut membuka waralaba workshopnya yang membutuhkan modal Rp 275 juta. Workshop ini merupakan tempat pencucian pakaian yang disetor gerai-gerai.Keistimewaan Melia Laundry & Dry Cleaning mencuci dengan air murni yang sebelumnya melalui tahapan proses sterilisasi dengan teknologi riverse osmosis dan teknologi softener, yang dapat diharapkan lebih memaksimalkan hasil cucian yang bersih dan sehat. Dengan penggunaan air yang telah disterilisasi tersebut memperkecil pengendapan bahan-bahan yang dipakai dalam pencucian , sehingga menjaga ketahanan warna dan serat kain yang lembut. Bahan-bahan pencuci adalah produk ECOLAB USA yang telah diakui Dunia sebagai bahan pencuci berkualitas, pilihan laundry bintang lima serta sangat ramah lingkungan.
Fen menjelaskan bisnis ini dirintisnya pada tahun 2006, saat ia keluar dari PT Semen Gresik. Bisnis binatu dilirik karena modalnya murah. Lagipula siapa yang tak perlu cuci baju. Inilah yang menumbuhkan keyakinannya mendirikan usaha binatu ini.Pada tahun 2004 sistem franchise diadopsi untuk mengembangkan outletnya. saat ini Melia sudah beroperasi di 18 kota dengan 200 gerai dan 22 workshop.Melia pun telah mendapatkan Excellent Franchise & Business Concept Award 2006 dari Asosiasi Franchise Indonesia sehingga sudah tidak diragukan lagi.
Langganan:
Komentar (Atom)